Cara meningkatkan hasil budidaya udang

Panen udangProgram revitalisasi tambak akan terus didorong oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya untuk meningkatkan kesejahteraan petambak secara optimal dengan biaya dan pengelolaan yang efektif dilakukan.
Program ini tidak hanya kerja KKP tetapi juga melakukan sinergi dengan Kementerian yang lain sepertiKementerian Pekerjaan Umum (KEMENPU) yang mempunyai anggaran pengairan dan juga Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengenai penyediaan lahan budidaya.

“Apalagi sekarang didorong dengan masuknya dunia perbankan untuk membantu dalam masalah pembiayaan, program ini akan dapat terus berkembang sebagai program percontohan dalam mengembangkan system budidaya udang yang intensif dengan teknologi dan pengelolaan yang mapan. Sehingga Cara Budidaya Ikan yanhg Baik (CBIB) dapat diterapkan secara maksimal dan menghasilkan produksi dengan kuantitas tinggi dan kualitas yang memenuhi standar, Kondisi ini akan mendorong perbankan untuk terus bersemangat dalam membantu,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam acara Penebaran Benih Udang Vanamel di Tambak Percontohan (Demfarm) Pokdakan Sukowati Rembang, Kamis (19/12).

Lebih lanjut Slamet mengatakan bahwa kebijakan Industrialisasi kelautan dan perikanan yang bergulir selama kurang lebih satu tahun dirasa sudah mulai membuahkan hasil, khususnya di sektor perikanan budidaya. Contohnya, program revitalisasi tambak melalui program Demfarm. Salah satu yang dilakukan adalah harmonisasi program lintas sektor. KKP khususnya Direktorat Jendral Periknanan Budidaya aktif “menjemput bola” dengan menginisiasi berbagai kerjasama. “Disamping kerjasama dengan KEMENPU untuk memperbaiki infrastruktur seperti saluran irigasi tambak dan jalan produksi, DJPB juga menggalang kerjasama dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KEMEN ESDM). Terutama untuk mengupayakan agar listrik bisa masuk ke lokasi-lokasi budidaya udang. Sebab dengan adanya listrik masuk sampai ke lokasi tambak, beban biaya listrik lebih murah ketimbang Bahan Bakar Minyak (BBM),” tambah Slamet.

Menurut Slamet, dengan semakin banyaknya petambak di sekitar demfarm yang membuka lahan tambak, penambahan areal tambak ini tentunya harus diikuti dengan perbaikan dan memelihara lingkungan di sekitar tambak. “Sehubungan dengan hal itu, DJPB juga menggandeng Kementerian Kehutanan (KEMENHUT) untuk melakukan penanaman bakau/mangrove di lahan sekitar tambak udang. Penanaman pohon bakau ini bertujuan untuk mencegah abrasi maupun erosi di pantai di sekitar tambak dan sekaligus melindungi lingkungan perairan disekitar tambak”, ungkap Slamet.

Kerjasama yang dilakukan dengan BPN untuk sertifikasi lahan budidaya bertujuan agar nantinya lahan tambak dapat di agunkan untuk mendapatkan tambahan permodalan dari perbankan.“Infrastruktur yang baik dan memadai, akan menjadi daya tarik bagi investor lokal maupun asing untuk menanamkan modalnya pada usaha budidaya perikanan,” tandas Selamet.
Usaha budidaya udang kian digemari oleh banyak orang. Alasan utamanya adalah keuntungan yang didapat dari budidaya udang sangatlah besar. Namun, untuk memulai budidaya udang juga memerlukan modal yang juga cukup besar. Tingginya biaya produksi membuat pembudidaya harus pintar-pintar dalam mengatur strategi agar keuntungan yang didapatkan lebih besar dari modal yang dikeluarkan. Salah satu hal yang harus dilakukan pembudidaya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar ialah dengan meningkatkan hasil panen. Pada tulisan kali ini kami ulaskan sedikit mengenai beberapa tips untuk meningkatkan hasil panen udang.

Penggunaan Microbubble

Microbubble terbukti mampu menyuplai oksigen ke seluruh penjuru tambak. Hal ini akan membuat udang mendapatkan cukup oksigen selama masa pertumbuhannya hingga panen. Oksigen yang cukup tentu akan membuat udang tumbuh dengan baik dan optimal. 
Dalam pembuatan microbubble ini membutuhkan aerator khusus, seperti Turbojet Aerator atau jenis aerator maupun batu bubble yang khusus yang berada di market saat ini.

Pemberian Probiotik
Probiotik merupakan mikroorganisme baik yang dapat menumbuhkan plankton pada tambak. Adanya plankton pada tambak akan memberikan efek positif seperti penurunan kadar nitrat, amonia dan hidrogen yang mana zat-zat tersebut memiliki sifat beracun bagi udang. Produk probiotik yang terbukti bagus untuk meningkatkan populasi plankton pada tambak udang.
Menggunakan Alas Tambak
Tambak yang tidak memiliki alas tentu sangat rentan terhadap pencemaran air tambak. Tercemarnya air pada tambak tentu bukanlah hal yang baik bagi kehidupan udang. Bahkan, fakta menyebutkan bahwa lumpur tambak dapat menurunkan pH air, sehingga air akan memiliki sifat asam.

Penebaran Bibit Udang

Setelah tambak budidayanya sudah siap, saatnya untuk menebarkan bibit udang vaname yang unggul. Ciri daripada bibit udang vaname dengan kualitas unggul diantaranya memiliki warna tubuh putih yang transparan, bagian kakinya bersih, ukurannya seragam, gerakannya lincah dan mampu menantang arus, isi ususnya tidak putus, serta memiliki respon yang baik terhadap gerakan.
Lakukan penebaran bibit udang vaname saat pancaran sinar matahari sedang tidak terik, semisal saat sore hari. Bibit udang vaname yang siap tebar biasanya berusia 6 sampai 10 hari.

Caranya dengan mengapungkan kantong plastik berisi udang di tambak selama sekitar 15 menit, baru setelah itu kantong dibuka dan benih pun dipindah ke tambak. Anak udang vaname bernama benur. Benur-benur ini perlu diberi pemeliharaan sampai usia panen sekitar 100 sampai 110 hari.

Pemberian Pakan Udang Vaname.

Pakan yang dapat diberikan berupa pelet dengan kandungan protein 30%, dengan takaran menyesuaikan ukuran daripada berat udang serta masa pertumbuhan udang. Pakan berupa pelet diberikan rutin 2 – 3 kali sehari.

Selain pelet, jenis pakan lain yang dapat diberikan pada udang vaname diantaranya berupa ikan rucah, pakan pabrikan, serta pakan tambahan berupa jagung pecah yang dimasak kemudian dicampur dengan zat aditif untuk menambah vitamin, aroma, serta probiotik. Sekali pemberian pakan biasanya habis dalam 3 jam. Apabila kurang dari 3 jam sudah habis, silahkan untuk menambahkan pakannya lagi. Jika pakan yang diberikan merupakan pakan buatan, maka pemberiannya cukup dilakukan 2 kali sehari saja, yaitu saat pagi dan sore. Kalau dalam 3 jam pakannya sudah habis, sebaiknya ditambahkan dengan pakan lain yang diperkirakan bisa habis dalam 9 jam.
Itulah beberapa penjelasan mengenai cara meningkatkan hasil budidaya udang dengan mudah dan gampang.

Artikel lain :
1. Cara pelihara udang galah
2. 
Cara menurunkan biaya pada budidaya tambak udang
3. 
Cara meningkatkan hasil panen udang
4. 
Cara tingkatkan nafsu makan udang vaname
5. 
Bagian tubuh udang
6. 
Parameter Air Yang Bagus budidaya udang
7. 
Cara budidaya tambak udang Galah