Manfaat mengkonsumsi udang

Tampak udang segarUdang merupakan salah satu jenis seafood atau makanan laut yang populer. Selain memiliki cita rasa yang lezat, udang juga menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan. Namun pada sebagian orang, mengkonsumsi udang justru berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
Jika dikonsumsi dalam batas wajar, udang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah membantu pembentukan sel-sel baru dalam tubuh. Namun jika dikonsumsi terlalu banyak, udang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, misalnya kenaikan kadar kolesterol di dalam darah.
Selain itu, udang juga mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6, antioksidan, dan yodium yang baik untuk tubuh. Menariknya, kandungan lemak dalam udang tergolong rendah. Kandungan nutrisi yang berlimpah tersebut membuat udang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya:
1. Membantu pembentukan sel dan jaringan tubuh
Udang mengandung banyak protein yang diperlukan untuk pembentukan sel dan jaringan baru di dalam tubuh. Tidak hanya itu, protein di dalam udang juga dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi berbagai enzim dan hormon.
2. Membantu produksi hormon tiroid
Selain protein, udang juga mengandung kadar yodium yang cukup tinggi. Yodium merupakan bahan baku yang penting dalam produksi hormon tiroid. Hormon ini sangat berperan dalam proses metabolisme tubuh. Tanpa asupan yodium yang cukup, Anda berisiko mengalami penyakit gondok dan kemandulan.
3. Menjaga kesehatan gigi
Kandungan kalsium di dalam udang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Tidak hanya itu, kalsium juga dapat membantu kerja otot, meningkatkan produksi hormon, dan mempercepat proses pembekuan darah.
4. Mencegah rambut rontok
Manfaat udang juga berlaku untuk kesehatan rambut. Pasalnya, udang berpotensi mencegah kerontokan mahkota kepala ini. Lagi-lagi, nutrisi udang yang berperan dalam memberikan kebaikan tersebut adalah zinc. Kekurangan zinc telah dikaitkan dengan masalah rambut rontok, jadi pastikan asupannya cukup.
5. Menjaga kesehatan tulang
Protein dan mineral dalam udang, seperti kalsium, fosfor dan magnesium, dapat membantu dalam mencegah masalah tulang. Dengan melengkapi asupan protein dan mineral ini, Anda dapat menurunkan risiko berkurangnya massa dan kekuatan tulang yang dikaitkan dengan gejala osteoporosis.
6. Mengurangi nyeri menstruasi
Manfaat pertama dari udang untuk kesehatan adalah dapat mengurangi nyeri menstruasi dan gejala pramenstruasi atau PMS. Meski mengandung kolestrol yang cukup tinggi, namun kolestrol yang dimiliki udang adalah sumber kolestrol yang bermanfaat lho, yaitu asam lemak omega-3. Kandungan asam lemak omega-3 ini, mampu membantu mengurangi kram saat menstruasi, serta mengurangi gejala saat pramenstruasi (dikenal PMS) seperti perubahan mood, payudara yang terasa lunak, dan gejala PMS lainnya.

Risiko Makan Udang yang Perlu Diwaspadai

Namun di balik semua manfaatnya itu, mengonsumsi udang juga mengandung risiko yang perlu Anda waspadai, seperti:
1. Alergi
Jika Anda memiliki alergi terhadap seafood, sebaiknya hindari makan udang, karena kemungkinan udang dapat memicu munculnya reaksi alergi tersebut. Gejala yang muncul bisa berupa kulit gatal, mual, muntah, sakit perut, pusing, atau pembengkakan di sekitar wajah dan mulut.
2. Tersedak
Jika tidak hati-hati, makan udang bisa menyebabkan Anda tersedak. Apabila ini terjadi, kulit dan ekor udang dapat melukai dan menyumbat saluran pernapasan. Untuk mencegahnya, pastikan udang yang Anda makan sudah bersih dari bagian-bagian tersebut.
3. Keracunan makanan
Keracunan setelah makan udang dapat terjadi bila udang tidak disiapkan dan dimasak dengan benar. Udang yang masih kotor atau mentah dapat mengandung bakteri yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Gejalanya bisa berupa sakit kepala, mual, muntah, dan diare. Namun karena umumnya gejala tidak langsung muncul setelah makanan dikonsumsi, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami keracunan makanan.
4. Kolesterol tinggi
Masalah lain yang bisa muncul ketika makan udang adalah peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Dalam satu porsi kecil udang, terdapat sekitar 200 mg kolesterol. Jumlah ini sudah melebihi batas asupan kolesterol untuk satu hari.Kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, batasi jumlah udang yang Anda konsumsi.

Apakah Udang Mengandung Kolesterol

Makan udang dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh, namun sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Bagi Anda yang memiliki alergi seafood, berhati-hatilah saat mengonsumsi udang. Jika muncul reaksi alergi, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan.
Sebuah studi dalam jurnal Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology yang dipimpin oleh dr. Shahdat Hossain (Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Jahangirnagar, Bangladesh), menunjukkan kandungan chitosan dalam kulit udang dapat melawan risiko obesitas dan kolesterol tinggi. Ia dan tim menguji efek chitosan pada berat badan, profil lipid plasma, dan komposisi asam lemak dari tikus. Hasilnya, chitosan dapat mengurangi penambahan berat badan dan kolesterol dalam darah tikus.
Untuk hasil yang lebih signifikan, para peneliti tersebut berpendapat bahwa chitosan yang dikonsumsi sebagai suplemen dapat meningkatkan rasio kolesterol baik. Dari penelitiannya, dr. Hossain dan rekan-rekan penelitinya berpendapat bahwa kandungan chitosan dari udang mungkin bisa jadi salah satu sumber nutrisi yang baik dan menangkal kolesterol tinggi beserta dengan komplikasinya.Namun, ia menekankan kandungan antioksidan juga harus ditambahkan dalam suplemen chitosan untuk mengurangi stres oksidatif terhadap organ hati.
Lalu, penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk pembuktian manfaat chitosan yang lebih pasti. Menanggapi studi tersebut, dr. Devia Irine Putri mengatakan efek chitosan pada tikus belum tentu dirasakan juga pada manusia. Tapi, hal itu bisa jadi bahan penelitian lanjutan.
“Menurut penelitian, mengonsumsi udang dalam jumlah yang tidak berlebihan memang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol. Tapi, tidak dikatakan dari kulit atau hanya daging udangnya,” jelas dr. Devia.

Dokter Devia menjelaskan, chitosan ialah senyawa turunan dari deasetilasi kitin yang banyak terkandung dalam cangkang hewan laut, seperti udang, lobster, dan kepiting. “Chitosan dimanfaatkan dalam beberapa obat, seperti untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol tinggi, obesitas, serta membantu mengurangi perdarahan pada luka. Ekstrak dari kulit atau cangkang hewan laut ini sebagai substansi yang bisa memblok penyerapan lemak yang berlebihan,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, dr. Atika pun mengatakan setidaknya chitosan memang punya efek penurun kolesterol. “Nah, mengenai makan kulit udang, dari studi yang saya ketahui memang aman dan ada sedikit sumber gizinya (protein dan kalsium),” ujarnya. “Tapi, nggak dengan makan kulit udang lantas langsung dapat chitosan. Di kulit udang adanya chitin, yaitu prekursor buat bikin chitosan. Chitin harus melalui proses demineralisasi, deproteinisasi, dan deasetilasi, baru jadi chitosan,” jelas dr. Atika.