Parameter Air Yang Bagus Untuk Udang Jenis Vaname

Udang besar tambak udangPada setiap pembibitan udang yang digunakan untuk perkembangbiakan. Diperlukan berbagai cara untuk melakukan bibit udang hidup. Supaya dalam pembibitan akan lebih baik dan hasil yang ditawarkan juga sangat maksimal. Benih udang sendiri bila di budidayakan dengan baik maka harga jualnya juga sangat besar. Terlebih lagi udang kini menjadi makanan konsumsi masyarakat. Udang sendiri ada beberapa jenisnya yang bisa dibudidayakan salah satunya adalah udang Vaname. 

Bibit udang vaname sendiri menjadi budidaya udang yang sering digunakan untuk pembudidayaan. Karena tata pengelolaanya cukup mudah. Anda hanya perlu menyediakan makan udang dan air yang bagus untuk pengelolaan udang tambak ini.
Kualitas air dalam budidaya udang vaname sangat berpengaruh terhadap kualitas yang diberikan. Semakin kualitas airnya bagus maka citarasa udang juga begitu enak. Selain itu, pengaruh perkembangan udang sangat bagus bila menggunakan air yang jernih. Air yang berkualitas tentu saja akan membuat udang vaname akan sangat baik. Kelangsungan hidup udang vaname sendiri sangatlah terjaga dibandingkan penggunaan air yang kurang jernih atau keruh. Untuk itu faktor Air yang berkualitas baik dapat menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang. 

Berikut ini kadar yang dapat Anda gunakan sebagai indikator atau kriteria dalam mengukur tingkat kualitas Air tambak udang vaname :

1. Parameter Kimia

Parameter pertama yang bisa Anda jadikan indikator dalam mengukur tingkat kualitas Air tambak udang vaname adalah parameter kimia. Diantaranya adalah potensi redoks, kadar oksigen terlarut, kadar karbondioksida, tingkat alkalinitas, kesadahan air, dan kandungan bahan organik.
a. Potensi Redoks
Potensi redoks merupakan indikator tingkat oksidasi atau reduksi zat. Nilai rendah adalah indikator reduksi sedimen yang kuat, yang terkait dengan pembentukan metabolit toksik, kondisi hipoksia atau anoksik, dan nilai pH rendah. Di kolam, kisaran potensi redoks potensial adalah 500 hingga 700 mV untuk air dan 400 hingga 500 mV untuk sedimen.
b. Oksigen Terlarut
Pemeliharaan tingkat oksigen terlarut yang memadai dalam air tambak sangat penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang. Dalam kebanyakan kasus, penipisan oksigen sering mengakibatkan kematian massal (anoxia) udang vaname. Hal ini umum terjadi dalam kultur udang yang intensif (padat populasi). Oksigen terlarut dalam air tambak sebagian besar datang sebagai produk sampingan dari fotosintesis. Sumber lainnya adalah dari difusi udara atmosfer. Jumlah oksigen terlarut dalam air tambak dipengaruhi oleh banyak faktor terutama suhu air, respirasi dan tingkat bahan organik. Di tambak udang tropis, tingkat oksigen dalam air tambak biasanya rendah karena suhu yang lebih tinggi.

Pada siang hari, lebih banyak oksigen dihasilkan melalui fotosintesis daripada dikeluarkan dari air oleh respirasi hewan. Pada malam hari, baik tumbuhan dan hewan terus bernafas sementara oksigen ditambahkan ke air hanya dari atmosfer. Dalam beberapa kasus, permintaan pernafasan dalam keadaan tertentu menyebabkan penipisan total oksigen terutama pada waktu fajar menyebabkan anoksia pada hewan yang dibiakkan.
c. Karbondioksida
Ketika konsentrasi oksigen terlarut rendah, maka kadar karbon dioksida dapat menghambat masuknya oksigen kedalam air tambak. Kisaran normal karbon dioksida adalah dari 1 hingga 10 mg/l.
d. Alkalinitas
Alkalinitas yang berlebihan (nilai pH> 9,5) juga dapat merusak pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang. Di kolam yang terlalu kaya fitoplankton, pH air kolam biasanya melebihi 9,5 pada sore hari. Namun, saat fajar, pH biasanya lebih rendah. Pertumbuhan plankton yang berlebihan dapat diperbaiki dengan pertukaran air.
e. Kesadahan Air
Kesadahan air adalah jumlah kadar mineral yang terkandung dalam air. Hal ini sangat berhubungan dengan keasaman air. Kultur udang vaname dapat berkembang dengan baik dan dengan pH 6 – 9 dan kesadahan air yang stabil.
f. Bahan Organik
Bahan organik dapat memicu keluarnya karbon dioksida dan nitrit diakibatkan aktifitas metabolisme dan pembusukan dalam air. Kadar bahan organik maksimum adalah sebesar 88,4 mg/l.

2. Parameter Fisika

Parameter kedua yang bisa Anda jadikan indikator dalam mengukur tingkat kualitas Air tambak udang vaname adalah parameter fisika. Diantaranya adalah cahaya matahari, suhu,kecerahan &kekeruhan, warna air, konduktifitas, hingga salinitas

a. Cahaya Matahari
Cahaya adalah salah satu faktor utama untuk budidaya organisme akuatik. Beberapa penelitian telah menyelidiki peran cahaya matahari pada perairan dan menemukan perbedaan yang signifikan dalam perilaku, nutrisi dan pertumbuhan budidaya organisme akuatik seperti ikan, udang, dan sebagainya.

Beberapa studi menunjukkan sinar matahari sangat mempengaruhi kelangsungan hidup dan tingkat pertumbuhan larva. Parameter seperti tingkat spektrum dan lamanya periode cahaya memiliki efek yang cukup besar pada pertumbuhan, kelangsungan hidup, kematangan seksual, regenerasi organisme akuatik. lamanya periode cahaya optimal yang dibutuhkan yakni 12 jam penyinaran.

b. Suhu
Suhu air memainkan peran yang sangat penting dalam mengatur aktivitas hewan yang dibudidayakan. Laju reaksi kimia dan biologis dikatakan meningkat dua kali lipat setiap kenaikan suhu 10 ° C. Ini berarti bahwa organisme akuatik akan menggunakan oksigen terlaru
Kualitas Air Budidaya Udang Varame
Pada pemeliharaan sistem tertutup, pergantian air hanya mengganti air yang hilang karena penguapan dan bocoran (penambahan air), namun ada juga tambak yang melakukan pergantian air sekitar 10 – 20 %. Penambahan volume air pada umur 30 – 60 hari bertujuan untuk menambah volume air akibat rembesan dan evaporasi (penguapan) sedangkan pada umur lebih dari 60 hari bertujuan untuk pengenceran kelimpahan plankton yang berlebihan (terlalu pekat), kelimpahan populasi bakteri yang merugikan, memperbaiki kondisi parameter khususnya bahan organik yang terlalu pekat dan memperkecil gas – gas beracun.
Pengelolaan air budidaya udang vaname juga dilakukan dengan aplikasi probiotik. Tujuan pemberian probiotik adalah untuk membantu proses dekomposisi dengan mengurai bahan organik yang ada di tambak. Jenis bakteri yang digunakan adalah Bacillus sp. Selain fungsi dekomposisi probiotik juga dapat menjaga kualitas air tetap baik. Efektifitas kerja probiotik yang diberikan ke tambak ditandai dengan pH air yang cenderung turun (≤ 7). Selain itu terlihat bahwa dalam air tambak terbentuk gumpalan kecil – kecil berupa plankton dan organisme lain (flock). Selama pemeliharaan probiotik diberikan dengan dosis 0,5 – 1 ppm. Pemberian molase dilakukan pada pagi hari. Molase digunakan karena memiliki kandungan C-organik tinggi tetapi tetap rendah protein, tersedia cukup banyak dan harganya murah. Selain molase juga dapat digunakan tepung tapioka, tepung sagu, dan sebagainya. Bahan tersebut mengandung C-organik antara 40 – 60%. Pengapuran juga dilakukan selama proses pemeliharaan udang di tambak. Fungsi kapur adalah untuk menaikkan pH air dan menambah kandungan kalsium yang terlarut di air sebagai bahan untuk memperkeras kulit udang
Itulah sekilas beberapa penjelasan mengenai parameter air yang bagus untuk perkembangbiakan udang vaname di air tambak yang bisa anda gunakan sebagai referensi pengelolaan air dalam perkembangbiakan udang varame. Sehingga dalam pengeloaannya kita dapat lebih mudah mengetahui hasilnya.

Artikel lain :
1. Cara pelihara udang galah
2. 
Cara menurunkan biaya pada budidaya tambak udang
3. 
Cara meningkatkan hasil panen udang
4. 
Cara tingkatkan nafsu makan udang vaname
5. 
Cara meningkatkan bisnis udang
6. 
Bagian tubuh udang
7. 
Cara budidaya tambak udang Galah